Ketrampilan untuk membawakan Presentasi telah menjadi hal yang harus dimiliki semua orang. Betapa tidak? Semenjak TK, anak-anak sudah didorong untuk berani menceritakan pengalaman liburan ke teman-teman sekelasnya. Kemudian seiring bertambahnya pengetahuan, di tingkat SMP hingga kuliah mereka diminta untuk mempresentasikan mengenai pelajaran yang sudah didapat Celakanya lagi, di dunia kerja, presentasi di depan klien adalah hal yang dapat menentukan masa depan kita. Presentasi berantakan, klien menjauh, dan nasib kita pun jadi tanda tanya.
Dalam menyiapkan presentasi, sangatlah penting untuk mempersiapkan mental maupun mempersiapkan hal-hal yang akan dibicarakan dalam presentasi. Namun, ada hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yaitu persiapan alat bantu presentasi. Alat bantu presentasi adalah alat-alat pendukung yang dapat digunakan dalam presentasi agar pesan yang ingin kita sampaikan ke penonton akan lebih mudah ditangkap. Alat bantu ini bentuknya beragam, mulai dari papan tulis sampai ke powerpoint. Kini, powerpoint adalah alat bantu yang paling popular digunakan dalam presentasi karena dalam powerpoint, kita dapat menampilkan visualisasi tulisan, gambar, suara, maupun film. Jadi, sesuai dengan memori manusia yang lebih mudah mengingat apabila semua indranya dilibatkan, maka powerpoint adalah alat yang paling tepat untuk melakukan presentasi.
Meskipun alat bantu Powerpoint sendiri sudah sangat mutakhir, powerpoint itu sendiri harus digunakan dengan hati-hati. Terkadang, karena kecanggihan powerpoint, presenter melupakan bahwa hal yang paling penting dalam presentasi adalah bagaimana cara menyampaikan pesannya; dan itu termasuk bagaimana menyampaikan pesan dalam bentuk visualisasi di layar powerpoint kita. Jadi, jangan sampai alat bantu presentasi anda, membuat audiens semakin bingung. Dalam membuat slide Powerpoint, ada 2 elemen utama yang penting untuk diperhatikan:
1. Tulisan
Tulisan
Dalam melakukan presentasi, kita harus selalu ingat bahwa slide powerpoint hanyalah alat Bantu dalam memberikan ‘keyword’ mengenai apa yang ingin dibahas. Jadi, jangan pernah menuliskan semua kalimat ke slide sehingga membuat audiens sakit mata saat melihat slide PowerPoint tersebut. Bandingkan kedua contoh berikut:
Kita harus ingat bahwa manusia kemampuan manusia mengingat terbatas. Jadi, dalam setiap slide yang kita presentasikan, kita harus membatasi ruang lingkup pembahasan, sehingga audiens akan lebih menangkap apa yang kita sampaikan. Ingat bahwa kapasitas memori kita mengingat sesuatu hal dalam jangka waktu pendek hanya berkisar sekitar 7 hal (Miller, 1954). Jadi, selama presentasi, kita jangan pernah memberikan informasi yang berlebihan di dalam 1 slide. Apabila tidak dapat dikurangi, lebih baik penjelasannya dibagi menjadi 2 slide atau lebih agar penonton memiliki waktu untuk mencerna apa yang dipresentasikan. Sampaikan gagasan anda sesederhana mungkin agar mudah diingat oleh audiens (Heath& Heath, 2007).
Lay Out
Selain elemen tulisan, dalam slide presentasi kita juga harus memperhatikan lay out dari slide. Lay out sendiri termasuk penempatan tulisan dalam slide, gambar yang dipasang, background, dan warna yang dipakai di dalam 1 slide tersebut. Sebelum mendesain lay out sebuah slide presentasi, kita harus terlebih dahulu mempertanyakan pada diri kita masing-masing, “Apa sih yang mau saya bicarakan dengan slide ini? Apa yang menjadi poin utamanya?”. Berikut adalah contoh diagram batang dengan penggunaan warna yang merepresentasikan poin penting di dalam slide. Bandingkan antara slide 1 dan slide 2 .
Penggunaan warna yang kontras secara Psikologis dapat menarik perhatian, contohnya adalah warna oranye dari slide di atas. Penggunaan warna yang kontras pun dapat memberi ‘tekanan’ bahwa hal tersebut merupakan hal yang menjadi inti dari slide anda.
Selain itu, penggunaan gambar juga cukup penting agar slide kita menarik untuk dilihat. Karena gambar adalah bagian dari lay out slide, jadi sebaiknya gunakannya gambar yang merepresentasikan makna dari slide anda. Contohnya:
Penggunaan gambar berguna untuk mempertegas kalimat yang ada di slide anda dan juga membuat slide terlihat lebih menarik. Selain menggunakan gambar foto seperti di atas, anda juga dapat menggunakan diagram batang ataupun lingkaran untuk memvisualisasikan hasil analisis anda. Lihat contoh diagram yang ditampilkan oleh Steve Jobs di bawah:
Daripada menampilkan data dalam bentuk tulisan atau sederet angka yang memusingkan, ada baiknya menggunakan chart atau diagram lingkaran seperti di atas. Selain terlihat lebih menarik, menggunakan diagram tersebut juga dapat mempermudah audiens dalam mencerna data hasil analisis yang dipresentasikan.
Pada intinya, kita harus selalu berempati dengan audiens kita. Posisikan diri kita sebagai penonton yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan mengenai apa yang ingin dipresentasikan dan selalu berpedoman bahwa apa yang ditampilkan di slide kita, harus dapat membantu audiens dalam memvisualisasikan hal yang kita bahas dalam presentasi. Selamat membuat Slide Powerpoint! (khrisnaresa Adytia)
Sumber:
Heath, C., & Heath, D. (2007). Made to Stick: Strategi agar Gagasana Kita Melekat di Benak Orang Lain. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
Reynolds, Garr. (2008). Presentation Zen: Simple Ideas on Presentation Design & Delivery. New Riders: USA
Wortman, C., Loftus, E., & Weaver, C. (1999). Psychology 5th Ed. McGraw-Hill: USA
No comments:
Post a Comment